5 Mei 2011 - 19:30

Ayatullah Makarim Syirazi menegaskan, "Fatwa pengkafiran Syiah adalah fatwa kuno yang telah berulangkali mereka keluarkan, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sebab semakin hari Syiah semakin bertumbuh dan berkembang."

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Al Uzhma Nashir Makarim Syirazi, dalam pelajaran yang diasuhnya di Masjid A'dhzam Qom Iran, berkata, "Abu Al Aziz Ali As Syaikh, kepala Mufti Hijaz telah mengeluarkan perkataan yang kotor dan penghinaan yang luar biasa terhadap para pengikut Ahlul Bait dengan menyamakan Syiah dengan Majusi."

Ulama marja taklid ini lebih lanjut mengatakan, "Ulama-ulama Wahabi tidak seharusnya lalai terhadap kenyataan ini, bahwa pengkafiran terhadap Syiah adalah sebuah pengkhidmatan besar kepada musuh-musuh Islam khususnya AS dan Israel. Dan hasil dari fatwa pengkafiran tersebut hanya akan semakin memecah belah umat Islam dan hanya pihak-pihak musuh yang akan mengambil keuntungan dari perpecahan umat Islam tersebut."

Beliau menambahkan, "Fatwa pengkafiran Syiah adalah fatwa kuno yang telah berulangkali mereka keluarkan, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sebab semakin hari Syiah semakin bertumbuh dan berkembang."

"Kita sudah berkali-kali mengajak mereka berdiskusi, untuk turut hadir dalam seminar-seminar yang membicarakan tentang Sunni-Syiah, namun mereka tidak pernah menanggapinya. Syiah yang ekstrim telah ada sejak zaman Imam Baqir as dan dan Imam Shadiq as dan para imam telah memberikan mereka nasehat dan peringatan. Jangan menisbatkan kelakukan mereka yang ekstrim dan berlebih-lebihan terhadap agama untuk kemudian dijadikan dalih kesesatan sebuah mazhab." Tegas beliau.

Lebih lanjut Ayatullah Makarim Syirazi menjelaskan, "Bahkan sampai saat ini, masih saja banyak yang belum paham mengenai ajaran Syiah, hatta oleh pengikutnya sendiri. Kebanyakan mereka beranggapan bahwa maksiat dan dosa-dosa apapun yang mereka lakukan, semuanya akan terhapus hanya dengan ikut dalam majelis-majelis duka pada hari Asyura. Keyakinan ini bukan hanya saja salah, tapi bertentangan dengan semangat Asyura itu sendiri."

Dipenghujung ceramahnya, Ayatullah Makarim Syirazi memesankan, "Ada 3 hal yang mesti dilakukan untuk kemudian disebut seseorang berwilayah secara sempurna. Ketiga hal tersebut, adalah wara, kemampuan diri mengendalikan amarah, dan berakhlak baik kepada sesama. Dalam sebuah riwayat disebutkan, jika disebuah tempat masih ada yang lebih wara darimu, sesungguhnya kamu belum Syiah."